Blogger Template by Blogcrowds

What Hasmi Means

What Hasmi Means

You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out.
Success comes rather easily for you... especially in business and academia.
Some people find you to be selfish and a bit overbearing. You're a strong person.

You are usually the best at everything ... you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic “Type A” personality.

You are the total package - suave, sexy, smart, and strong.
You have the whole world under your spell, and you can influence almost everyone you know.
You don't always resist your urges to crush the weak. Just remember, they don't have as much going for them as you do.

You are confident, self assured, and capable. You are not easily intimidated.
You master any and all skills easily. You don't have to work hard for what you want.
You make your life out to be exactly how you want it. And you'll knock down anyone who gets in your way!

You tend to be pretty tightly wound. It's easy to get you excited... which can be a good or bad thing.
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don't stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

Totalitas mencinta.

Cinta.
Definisi klasik mengatakan cinta adalah rasa ingin memiliki seseorang atau sesuatu.
Akan tetapi sebagian lain berpendapat bahwa cinta tidak harus memiliki.
Memberikan segala yang terbaik bagi yang dicintai adalah sudah cukup tanpa harus selalu bersama yang dicintai.
Itukah definisi cinta sebenarnya?
Dari sekian banyak persepsi manusia tentang cinta kita sepakat bahwa cinta membawa manusia kepada hal yang lebih baik.
Hampir semua orang di planet bumi ini pernah mendengar kisah cinta Romeo dan Juliet. Cerita yang telah banyak disadur ke sekian banyak versi salah satunya Romi dan Yuli di Indonesia. Seperti itukah cinta yang ada pada fitrah manusia? Seperti itukah pengorbanan untuk cinta? Atau terlalu murahkah cinta dihargai dengan sebuah nyawa?
Mari kita resapi kisah cinta yang diajarkan sejarah pada kita.

Pagi itu langit menguning. Burung-burung nampak enggan mengepakkan sayapnya.
Rasulullah dengan suara terbata memberi petuah kepada para sahabat tentang warisan beliau untuk kehidupan dunia dan akhirat yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.
“Barang siapa mencintai sunahku, maka berarti dia mencintaiku. Barang siapa mencintaiku, maka kelak dia akan bersamaku di surga”, salah satu pesan yang disampaikan beliau dalam tausiyahnya.
Rasulullah pulang ke rumah beliau dalam keadaan lemas, pertanda beliau sakit. Di ketika beliau berbaring seseorang mengetuk pintu rumah beliau meminta izin untuk masuk.
Ketika dipersilakan masuk, barulah diketahui bahwa tamu itu adalah malakal maut yang meminta izin untuk mencabut nyawa Rasulullah.
Tidak ada keheranan dari sang suri tauladan karena tanda-tanda itu memang tampak setelah turunnya ayat terakhir yang menyempurnakan Islam, agama yang diridhai Allah.
Rasulullah menanyakan kepada Izrail, mengapa Jibril yang selalu menemaninya mempelajari ayat-ayat Allah tidak ikut serta turun ke bumi menjemputnya. Izrail mengatakan bahwa Jibril telah menunggu kedatangan beliau ‘di atas sana’.
Setelah Rasulullah memohon kedatangan Jibril, Jibril pun datang berdialog dengan Rasulullah.
“Jibril, jelaskan apa hakku di hadapan Allah nanti?” Tanya Rasulullah dengan amat lemah.
“Pintu-pintu langit terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu”, kata Jibril.
Janji Allah itu belum membuat Rasulullah merasa lega.
“Apakah engkau tidak senang mendengar kabarku ini?” Jibril bertanya kembali.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib ummatku kelak wahai Jibril”.
“Jangan khawatir wahai Rasulullah, Allah pernah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali ummat Muhammad telah berada di dalamnya’”, Kata Jibril.
Detik-detik itu telah tiba, saatnya Izrail melaksanakan tugasnya.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik dan tampak badan Rasulullah terkujur tegang.
“Betapa sakit sakaratul maut ini ya Jibril”.
Fatimah yang berada di samping Rasulullah memejam, dan Ali menunduk. Sedang Jibril membuang muka.
“Jijikkah kau kepadaku hingga kau palingkan wajahmu itu dariku?” Tanya Rasulullah kepada Jibril.
“Siapa yang tega melihat kekasih Allah direnggut ajal”, jawab Jibril.
“Ya Allah dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku”. Rasulullah merintih.
Ketika Ali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah, terdengar beberapa pesan. Salah satu yang terdengar adalah Rasul berkata lirih, “ummatii… ummatii…”
Usai lah sudah riwayat beliau.

Sebesar itu lah rasa cinta Rasulullah terhadap umat beliau. Terhadap kita.
Lalu, sebesar apakah cinta kita kepada beliau??

Inspirated by Herry Nurdy @ The Secret 4 Moslem


Everybody's looking for that something
One thing that makes it all complete

You find it in the strangest places
Places you never knew it could be


Some find it in the face their children
Some find it in their lovers eyes
Who can deny the joy it brings
When you find that special thing
You're flying without wings


Some find it in the sharing every morning
Some in their solitary lives
You find it in works of others
A simple line can make you laugh or cry


You find it in the deepest friendships
The kind you cherish all your life
And when you know how much that means
You've found that special thing
You're flying without wings


So impossible as they may seem
You've got to fight for every dream

'Cause who's to know
Which one you let go
Would have made you complete


Tidaklah berlebihan di ketika Allah SWT menurunkan ayat 216 surah AlBaqarah:

“…Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu. Tetapi boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Sesungguhnya Allah Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Boleh jadi di ketika itu milikmu, itu akan buruk bagimu.
Boleh jadi di ketika itu bukan milikmu, itu lebih baik bagimu.

Boleh jadi di ketika itu kau dapatkan, itu akan buruk bagimu.
Boleh jadi di ketika itu tidak kau dapatkan, itu lebih baik bagimu.

Boleh jadi di ketika kau dapatkan yang kau harapkan, itu akan buruk bagimu.
Boleh jadi di ketika kau dapatkan yang bukan kau harapkan, itu lebih baik bagimu.

Boleh jadi di ketika semua kau rasa sempurna, itu akan buruk bagimu.
Boleh jadi di ketika semua kau rasa hancur, itu lebih baik bagimu.

Boleh jadi di ketika kau bersamanya, itu akan buruk bagimu.
Boleh jadi di ketika kau belum bisa bersamanya itu lebih baik bagimu.


Dia lebih tahu tentang apa yang tidak kau tahu.

Karena Dia Sang Maha Tahu.

Life is Energy

Assalamualaikum…


Tebarkan salam sebagai doa yang mulia untuk saudara-saudari kita, semoga segala karuniaNya selalu terpancar kepada hamba-hambaNya yang selalu menggenggam erat tali silaturrahmi.

Membaca. Satu kata yang sangat sering ditulis di ketika kita mengisi biodata dan sampai pada baris hobi.
Seharusnya membaca bukan hanya sekedar menjadi hobi, akan tetapi menjadi kewajiban kita karena itu memang salah satu perintah Tuhan dalam kitabNya. Baik yang secara tersurat maupun tersirat.
Alangkah luar biasanya di ketika suatu kewajiban yang dibebankan kepada kita menjadi hobi tersendiri. Tentu bukan beban lagi namanya.

Teman2ku, sahabat2ku, saudara2ku sekalian,
This is about what I’ve got from ‘reading’, when it became my new hobby. Let’s check this out.

Pernah kah saudara2, teman2, anda2, kamu2, antum2 sekalian mendengar atau mengetahui tentang ‘hukum termodinamika I’ atau hukum kekekalan energi??? Bagi anda2 yg riwayat pendidikannya bergelut di dunia Ilmu alam tentu tahu salah satu topik di bidang geofisika ini.
Ya, hukum itu berbunyi ‘Energi adalah Kekal (tetap adanya)’.
Salah satu yang dapat kita simpulkan dari bunyi hukum itu adalah energi tidak dapat diciptakan serta tidak dapat dimusnahkan.
Energi hanya dapat diubah-ubah dan dipindahkan dari suatu bentuk ke bentukyang lain, dari suatu benda ke benda lain, dari suatu tempat ke tempat lain. Pada hakikatnya jumlah energi di dunia ini tetap.

Ini bukan rubrik iptek, bukan pula bahasan kisi2 ujian geofisika, ini mengenai hidup.

Apabila kita mau berpikir, sebenarnya banyak hal atau gambaran yang diberikan Tuhan kita Allah Azza wa Jalla tentang sistem kehidupan di dunia yang kita jalani.
‘Energi’ adalah salah satu contohnya.
Ya,
hidup itu energi.
Hidup itu tentang apa yang kita pindah-pindahkan dari suatu tempat ke tempat lain.
Hidup itu tentang apa yang kita beri, apa yang kita bagi.
Pada hakikatnya setiap makhluk di dunia ini memlikiki potensi energi.
Energi apa yang sudah kita pindahkan kepada orang tua kita, kepada saudara-saudari kita, kepada teman-teman kita, kepada lingkungan kita.
Energi positifkah? negatif?
Ketika kita menebarkan energi-energi positif dalam kehidupan kita dalam bentuk kebaikan, maka ingatlah kembali tentang hukum energi itu. Bahwa energi posiif yang kita tebarkan itu tidak berkurang dan habis. Akan tetapi karena energi itu kekal adanya, suatu saat energi positif itu akan kembali kepada kita, dia hanya berubah bentuk.
Ringkasnya, setiap kebaikan yang kita perbuat di dunia ini akan kembali kepada kita, berupa kebaikan pula, mungkin dalam bentuk yang lain.
Begitu halnya dengan energi negatif yang kita tebarkan.
Ingatlah di ketika kita berusaha menebar keburukan. Di ketika fitnah, ghibah, amarah, dengki, aniaya dan segala bentuk energi negatif bertebaran, maka pastilah segala yang negatif pula yang akan didapati oleh siapa-siapa yang menebarnya.

Dengan demikian, dapat kita mengerti mengapa bangsa ini ini terus dilanda krisis di segala dimensi.
Ekonomi, sosial budaya, moral, pendidikan,bahakn alam pun bereaksi negatif terhadap bumi kita Indonesia. Satu hal alasannya, terlalu banyak energi negatif yang bertebaran di bumi Indonesia ini.
Segala yang negatif akan menjadi nol atau netral di ketika dipertemukan dengan yang positif dalam jumlah yang sama.

Sekali lagi, ini bukan perkuliahan. Ini bukan jamnya Fisika Dasar atau kalkulus. Ini mengenai hidup.
So, apabila kita menginginkan kehidupan yang lebih baik, maka paling tidak tebarkanlah energi-energi positif untuk menetralkan segala bentuk yang negatif yang telah kita rasakan.
Lebih jauh lagi, apabila kita menginginkan yang ada di sekitar kita hanyalah yang positif, maka tidak cukup apabila perbandingan positif dan negatifnya sama. Karena hal itu akan menjadikannya nol. Tentulah kita harus membuat perbandingan dengan positif lebih banyak daripada negatifnya.

Inspirated from Jamil Azzaini in ‘Menyemai Impian, Meraih Sukses Mulia’, excellent motivator.
Hope this space will be usefull for our next life.








Intro....

Assalamualaikum..

here I am.
here I come.
Let me introduce my self.

Suatu saat hidup lah seorang pemuda dari kalangan biasa2 saja. 'Biasa' di sini maksudnya tidak memiliki kelebihan yang menonjol dan tidak ada kekurangan fisik dan materi yang dapat membuat pemuda itu mengeluh.
Akan tetapi jalan hidup yang dihadapi ketika pemuda ini beranjak remaja dan dewasa lah yang sungguh menarik. pemuda ini tidak seperti remaja pada umumnya.
Dia tidak suka hura-hura, tidak suka menghabiskan terlalu banyak waktu di mall, pinggir jalan, bahkan ikut balapan liar.
Pemuda ini justru lebih suka merenungi nasibnya, merenungi masa lalu, dan masa depannya.
Pemuda yang selalu mengambil hikmah dari suatu kejadian. Yang selalu berusaha bersikap dewasa. Yang selalu berusaha membahagiakan orang-orang yang disayanginya. Yang selalu mencari jati diri.
Walau terkadang dia kehilangan arah dalam pencariannya. Merasa tersakiti ketika berusaha tidak menyakiti. Terjebak dalam suatu nestapa di kala larut dalam kesedihan masa lalu dan ketakutan masa depan. Walau terkadang jatuh di lubang yang sama.